Sunday, July 8, 2018

Saturday, July 7, 2018

Gara-Gara Flu, Kaki dan Tangan Pria Ini Terpaksa Diamputasi



ASIASUMO.COM - Seorang pria di Texas, AS terpaksa harus kehilangan 9 jari tangan dan kedua kakinya karena komplikasi penyakit flu. Pria bernama Brian Herndon (51) itu didiagnosis menderita flu pada 4 Januari 2018 dan dirawat di salah satu rumah sakit Fort Worth karena penyakit dengan pneumonia.

Keesokan harinya, Herndon diterbangkan ke Baylor University Medical Center di Dallas di mana dia tinggal untuk mendapatkan Unit Perawatan Intensif selama empat minggu. Herndon telah diintubasi, namun kesadarannya tidak stabil selama berada di rumah sakit.

Intubasi endoktrakeal merupakan tindakan medis dengan memasukan tabung endotrakeal lewat mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru. Pada penderita yang pernapasannya terganggu biasanya dilakukan tindakan ini untuk mengatasi napas yang tersumbat.

Salah satu anggota keluarga mengatakan bahwa Herndon mengalami syok septik, yakni satu keadaan di mana pasien mengalami tekanan darah yang bisa membeku dan membahayakan nyawa akibat infeksi.



Karena alasan itulah dokter terpaksa mengamputasi kedua kakinya tepat di bawah pergelangan kaki dan memotong sembilan jarinya. Sang istri, Jaye Herndon, mengaku bahwa suaminya sebelumnya tidak memiliki riwayat medis terkait penyakit flu berbahaya.

"Dia benar-benar bersuhu tubuh 104,7, dan mengalami kesulitan pernapasan. Akhirnya kami segera membawanya ke UGD, dan itu terjadi begitu cepat sekali,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa suaminya tidak mendapat suntikan flu tahun ini dan mereka telah membeli Tamiflu, namun tidak memiliki kesempatan untuk mulai memakainya sebelum dibawa ke rumah sakit.

Sementara Wali Kota Cuomo mendesak warga New York untuk mendapatkan vaksinasi karena kasus flu yang meningkat. Sang istri pun berharap suaminya bisa segera keluar dari ICU secepatnya. Teman-teman Herndon juga telah menyiapkan akun di situs GoFundMe untuk membantu membayar biaya pengobatannya.



BBM : D8ACD825
WA : +855964973259
LINE : sumoqq88
WeChat : sumo99qq

SEMUA BANK KAMI ONLINE 24 JAM !!

DAN DI DUKUNG OLEH 5 BANK TERBESAR :

BCA| BRI| MANDIRI| BNI| DANAMON 


Friday, July 6, 2018

Zat Aktif Ganja Bikin Otak Pikun Jadi Tokcer

Gambar terkait

ASIASUMO.COM -  Tikus tua tiba-tiba memiliki otak 'muda' setelah menerima dosis rendah senyawa THC yang ditemukan dalam ganja. Penemuan ini berpotensi untuk membantu pasien dengan penyakit penurunan fungsi otak seperti alzheimer.

Sang peneliti, Andreas Zimmer dari Universitas Bonn, Jerman, menyebutkan, dosis rendah bahan aktif ganja itu meningkatkan proses belajar dan fungsi memori secara dramatis seekor tikus tua. Bahkan performa tikus sama seperti tikus yang masih muda.

"Saya sama sekali tidak bisa percaya. Apa yang kami amati cukup mengejutkan. Mereka ingat di mana platform berada sama baiknya seperti hewan yang masih muda — dan juga, memori kerja mereka benar-benar tidak dapat dibedakan."

"Kemudian kami menguji hewan dalam berbagai paradigma yang juga menguji fungsi ingatan. Pada dasarnya kami tidak dapat membedakan antara tikus tua dan tikus muda. Tikus tua kami umurnya antara 12 dan 18 bulan, yang sudah sangat tua untuk tikus," ujar Zimmer.

Perburuk ingatan pada generasi muda



Menurut Zimmer tidak ada senyawa kimia lain yang memiliki efek yang sama. Zimmer mengingatkan, meski efeknya bagus, tidak lantas kita bisa mengisap ganja lalu ingatan menjadi baik.

"Tidak. Ganja adalah obat yang memiliki memiliki efek berlawanan pada hewan muda dibandingkan dengan hewan tua. Ganja justru memperburuk ingatan pada tikus muda dan tentu juga memperburuk ingatan pada manusia muda. Jadi jangan sampai merokok ganja," tegas Zimmer.

Andreas Zimmer adalah profesor di Institut Molekular Psikiatri di Universitas Bonn. Bersama dengan koleganya dari Hebrew University di Yerusalem ia melakukan penelitian otak pada tikus dan turut menulis jurnal yang dipublikasikan di Nature Medicine dengan judul "A chronic low dose of Δ9-tetrahydrocannabinol (THC) restores cognitive function in old mice."



BBM : D8ACD825
WA : +855964973259
LINE : sumoqq88
WeChat : sumo99qq


Thursday, July 5, 2018

Darah Perawan hingga Dikubur Hidup-Hidup, Ini 4 Fakta Aneh soal Selir Dinasti Ming



ASIASUMO.COM - Dinasti Ming, yang memerintah China selama 276 tahun, dari 1368 hingga 1644 Masehi, dikenal dengan pemerintahannya yang gilang-gemilang.

Dinasti Ming berhasil menegakkan pemerintahan yang teratur dan stabil secara sosial, mungkin menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah manusia. Wangsa ini juga digdaya secara global, dengan mengirimkan kapal-kapal besarnya untuk melakukan ekspedisi melintasi lautan luas, bahkan lebih dulu daripada yang dilakukan Christopher Columbus.Tiongkok di bawah kekuasaan Dinasti Ming juga telah memproduksi buku, jauh sebelum mesin cetak ditemukan di Inggris.

Namun, seperti hal yang pemerintahan lain, kekuasaan Dinasti  Ming bukan tanpa cela.

Sejumlah kaisar Dinasti Ming dilaporkan memiliki hingga 9.000 selir, sebagian besar dijadikan gundik secara paksa, diculik dari rumah mereka dan dilarang meninggalkan 'sangkar emas' selain jika dipanggil ke kamar sang penguasa.

Kala itu, praktik barbar foot binding atau tradisi mengikat kaki agar telapak mereka kecil dan berbentuk mirip lotus yang kuncup. Sehingga, para perempuan tak bisa melarikan diri.

Mereka bahkan tak bisa berjalan ke kamar sang kaisar, melainkan dibawa dengan tandu dalam kondisi tanpa busana.

Berikut 4 fakta terkait para selir di era Dinasti Ming, seperti dikutip dari sumber ASIASUMO.COM :


Ilustrasi selir-selir dan anak-anak pada masa Kaisar Qianliong dari dinasti Qing.

Pendiri Dinasti Ming adalah Kaisar Hongwu. Dia dianggap sebagai salah satu penguasa China paling berpengaruh dan penting.

Pada masa mudanya bekerja sebagai penggembala sapi. Karena tepergok memanggang dan memakan seekor ternak, ia dipecat. Ketika wabah penyakit menyerang desanya dan merenggut nyawa orang tua dan saudara-saudaranya, pria itu banting setir jadi biksu di Kuil Huangjue.

Kemudian, roda zaman membuatnya menjadi panglima perang paling kuat di Asia.

Pada 1368, ia memimpin pasukan yang mengusir bangsa Mongolia yang telah memerintah Tiongkok selama seabad.

Setelah mendirikan dinastinya, ia mengadopsi nama 'Ming' -- kata dalam Bahasa Mandarin yang berarti 'gemilang'.

Namun, kekejamannya ternyata tak hanya di medang perang. Di balik pintu istananya yang tebal, ia mengurung para selir dan menjadikan mereka subjek penyiksaan.

Ia ingin memiliki para selir hingga di alam baka. Kaisar Hongwu memulai tradisi di mana para selir akan dibunuh, dipaksa bunuh diri, atau dikubur hidup-hidup di samping kaisar yang mati.

Dua penerusnya, Yongle dan Hongxi meneruskan tradisi mengerikan itu. Untunglah, praktik kejam tersebut dihapuskan Kaisar Zhengtong yang menghapuskan aturan itu dalam wasiatnya pada 1464.

2. Pembantaian 2.800 Anggota Harem

F

Kaisar Yongle terkenal karena menciptakan ibu kota kedua Tiongkok, selain Nanjing. Ia menamainya Beijing. Di sana, sang penguasa membangun Kota Terlarang (Forbidden City).

Selama masa pemerintahannya sebagai diktator, ia melakukan reformasi militer, ekonomi, dan pendidikan. Di sisi lain, kekejamannya tak terkira.

Pada 1421, sesaat setelah Yongle meresmikan Forbidden City, beredar rumor bahwa salah satu selir favorit kaisar bunuh diri. Gara-garanya, ia terlibat cinta terlarang seorang kasim. Konon, pemicunya gara-gara penguasa menderita impotensi.

Merasa dipermalukan, Yongle berusaha membungkam siapapun yang mengetahui kebenaran terkait rumor itu.

Ia memerintahkan semua selir yang mencurigakan diracun. Sang kaisar mengumpulkan 2.800 perempuan di dalam haremnya dan mengeksekusi mereka dengan cara diiris-iris.

Dalam eksekusi massal itu, para korban tewas. Di antara mereka ada yang usianya baru 12 tahun.

Meski pembantaian tersebut tak disebutkan dalam dokumen resmi, namun sebuah catatan soal itu ditulis oleh Lady Cui, seorang selir yang saat kejadian tak ada di istana.

Namun, akhirnya Lady Cui dan 15 selir lainnya digantung dengan kain sutra putih di lorong-lorong Kota Terlarang pada hari pemakaman Yongle.


Kaisar Jiajing adalah penguasa dari Dinasti Ming yang nyaris dibunuh para selirnya

Kaisar Ming kesepuluh, Zhengde yang mewarisi takhta pada 1505 pada suatu titik merasa lelah pada para selir dan terobsesi dengan kehidupan warga biasa.

Ia kerap menyelinap keluar pada malam hari, menyamar, dan sering mengunjungi rumah bordil lokal.

Namun, itu tak menghentikannya mengumpulkan banyak selir -- yang kabarnya banyak di antaranya yang mati kelaparan karena tak cukup makan dan kurang ruangan untuk menampung mereka.

Banyak sejarawan mengklaim, pemerintahan Zhengde membawa Dinasti Ming ke masa senjanya.

Penerusnya pun tak lebih baik. Jiajing, terobsesi untuk menemukan obat mujarab untuk memberinya kehidupan yang kekal. Dan ia meyakini, salah satu bahan ramuan itu adalah darah menstruasi perawan.

Selama masa pemerintahannya, ia memerintahkan sejumlah gadis muda pilihan, secara bergantian, dibawa ke Kota Terlarang (Forbidden City) untuk "dipanen".

Untuk memastikan tubuh mereka tetap murni, makanan mereka dibatasi. Para perawan hanya boleh mengonsumsi mulberi dan embun atau air hujan. Para dayang istana pun jadi korban praktik itu.

Mereka yang sakit bakal ditendang keluar istana dan dipukuli. Tak sedikit dari mereka yang mati kelaparan gara-gara diet mengerikan itu.



Pada tahun 1542, kemarahan yang terpendam di dada para selir dan dayang memuncak.

Dengan bantuan sejumlah orang dalam istana, para pelaku menuju paviliun Selir Duan atau Lady Cao. Selir Yang Jinying memimpin komplotan itu.

Setelah teman tidurnya itu keluar diikuti para dayang, Kaisar Jiajing dibiarkan sendirian di kamar.

Saat itulah, para selir penyerang beraksi. Mereka mencoba mencekik sang kaisar dengan pita hiasan rambut.

Upaya itu gagal. Para selir lalu mengambil tirai sutra, memilinnya, lalu mengikatkannya ke leher sang kaisar. Namun, mereka mengikat dengan simpul yang salah sehingga jerat di leher Jiajin longgar, tak maksimal mencekiknya.

Salah satu konspitor pun panik, ia melaporkan upaya pembunuhan tersebut pada Maharani Fang.

Sementara itu, Jiajing melawan sekuat tenaga. Selir Yang lalu menarik tusuk konde perak dari rambutnya dan menikamkannya pada kaisar yang langsung tak sadarkan diri. Saat itulah, sang permaisuri datang disertai para prajurit. Para pelaku diringkus..

Ketika fajar menyingsing, mereka semua dihukum mati dengan kejam, tubuh mereka diiris perlahan. Eksekusi itu dijuluki "kematian oleh seribu luka". Kepala mereka kemudian dipenggal dan dipertontonkan kepada publik sebagai peringatan bagi yang lain.

Tak hanya para pelaku, keluarga mereka pun tidak luput dari hukuman. Bahkan selir Cao Duan yang tidur dengan kaisar malam itu juga dihukum mati.

Fakta bahwa usaha pembunuhan tersebut terjadi di kamarnya memberi alasan kepada sang Ratu untuk menghilangkan saingan potensialnya di istana.


Pengunjung berjalan di Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing. Kota Terlarang, merupakan istana terisolasi kaisar Qing dan Dinasti Ming China untuk tempat wisata utama yang terletak di pusat ibu kota.

Di tengah kisah kekejaman terhadap para selir, ada seorang kaisar Ming yang dilaporkan tak pernah melakukan praktik sadis para para hambanya.

Ia adalah Hongzi, kaisar keenam dari Dinasti Ming sekaligus ayah Zhengde.

Drama dan intrik di dalam istana membuat Hongzi trauma. Ayahnya, Chenghua terobsesi dengan pornografi dan mengabaikan takhtanya, tindakan yang memungkinkan para kasim untuk berkuasa.

Sementara sang ibu, seorang selir bernama Lady Ji tewas di tangan Lady Wan, selir favorit kaisar yang tak bisa memberikan keturunan.

Lady Wan bahkan dilaporkan membunuh keturunan kaisar atau para selir yang sedang hamil.

Sadar bahwa akan banyak masalah yang dihadapi di istana yang menyimpan banyak selir, Hongzi hanya punya dua istri.



BBM : D8ACD825
WA : +855964973259
LINE : sumoqq88
WeChat : sumo99qq

Hasil gambar untuk register png

VIRAL !! Video mahasiswa dengan dosen di kamar hotel !!

VIDEO TERKAIT SILAKAN KUNJUNGI LINK DI BAWAH INI :  WWW.VIDEOBOKEPINDO.NET WWW.ASIAGIRL.ORG WWW.VIDEOHOT.COM WWW.SEXTUBE.IN ...